Posted by: aulia rachman | December 16, 2008

Potret Angkutan Kota Jakarta: Sopir Gila dan Penumpang Edan

blog-kopajaKesemrawutan jalan raya adalah permasalahan yang umum terjadi di hampir setiap kota-kota besar di dunia terutama pada negara berkembang seperti Indonesia. Tingkat urbanisasi yang jauh melampaui pertumbuhan jalan raya diklaim menjadi sebab utama dari masalah ini. Ditambah lagi mudahnya membeli kendaraan pada saat ini akibat semakin membanjirnya perusahaan financing yang menawarkan berbagai pilihan kredit, hanya dengan 500rb masyarakat sudah dapat membwa pulang motor baru dan dengan 20an juta sudah dapat bawa pulang mobil baru. Akibatnya, Jakarta semakin menjadi sasaran empuk para kapitalis otomotif karena tingkat permintaan potensial Jakarta yang tinggi telah mampu dikonversi dengan ciamik oleh perusahaan financing menjadi permintaan efektif.

Tinggalkan sejenak kisah asal usul penyebab semrawutnya jalanan ibukota dengan pendekatan teori seperti diatas dan mari kita ulas versi praktik dari penyebab semrawutnya jalanan ibukota.

Konon, setiap orang yang memiliki rambut lurus di Jakarta berpendapat bahwa keberadaan bis kota a.k.a kopaja alias metromini adalah sumber utama dari semrawutnya jalanan ibukota. Angkutan massa tipe ini dipercaya juga sebagai katalisator menjamurnya permasalahan sosial lain seperti banyaknya penjaja asongan, pengamen, dan pengemis.

Dipojok lain, setiap orang yang memiliki rambut keriting di Jakarta berpendapat bahwa sumber utama kesemrawutan jalanan ibukota adalah karena ulah adik laki-lakinya kopaja yang bernama angkot. Dengan ukurannya yang mungil, angkutan massa tipe ini terbukti dengan mudah menyalip dan meng-overlap kendaraaan apapun dan tak jarang mempertontonkan kemampuan mengerem yang dahsyat saat berhenti mendadak begitu melihat calon penumpang. Bukannya mengundang decak kagum, aksi ala balap liar para sopir angkot ini justru disambut hangat pengguna jalan lainnya dengan rentetan bunyi klakson dan sesekali diiringi sumpah serapah.

Lain halnya dengan mereka yang memiliki rambut bergelombang atau ikal. Orang dengan rambut tipe ini berpendapat bahwa ulah dua kakak laki-laki kopaja yang bernama AKAP dan PPD yang menjadi sumber penyakit jalan raya Jakarta karena ulah mereka yang tidak ajuh berbeda seperti ulah saudaranya yang telah diuraikan di atas.

Kesimpulan dari riset di atas, semua orang yang memiliki rambut di Jakarta percaya bin yakin bahwa permasalahan utama di jalanan ibukota adalah kegilaan dalam sikap berkendara dari sopir angkutan umum.

Namun…

Coba kita renungkan sejenak kira-kira kenapa ya sopir-sopir angkutan umum di Jakarta khususnya berugal-ugalan di jalan raya.

Krik…krik…krik…krik…krik…(merenung)

Dalam istilah fisika kita mengenal istilah ‘aksi dan reaksi’, atau dalam bahasa sehari-hari kita menyebutnya ‘sebab dan akibat’. Dalam kasus ini, perilaku ugal-ugalan para sopir angkutan umum dapat dikatakan sebagai ‘sebab’ dimana ‘akibat’nya adalah kesemrawutan jalan raya. Namun dalam sudut pandang lain, perilaku ugal-ugalan sopir tersebut merupakan ‘akibat’ dimana ‘sebab’nya adalah perilaku penumpang angkutan umum yang edan.

Coba kita perhatikan, berapa banyak para pengguna angkutan umum yang menyetop angkutan di persimpangan jalan, menyetop angkutan di tikungan dan menyetop sopir mendadak ketika akan turun dari angkutan. Perbuatan pengguna angkutan umum tersebut tentu saja memaksa sopir untuk ngerem mendadak ditikungan atau ngetem di persimpangan yang pada akhirnya justru mengganggu pengguna jalan lain dan menimbulkan kesemrawutan. Banyaknya pengguna angkutan umum yang menunggu angkutan di persimpangan tentu saja membuat para sopir mengetem kendaraannya di persimpangan karena bagaimanapun mereka hanyalah rakyat kecil yang berjuang mencari sesuap nasi untuk keluarganya. Perilaku para pengguna angkutan umum di Jakarta sangat bertolak belakang dengan imej jakarta sebagai ibukota negara yang notabene warganya dianggap sebagai warga yang berpendidikan.

Yang dibutuhkan disini adalah toleransi semua pihak sebagai pengguna jalan raya. Sudah saatnya para pengguna angkutan umum meninggalkan gaya edan naik-turun angkutan umum disembarang tempat. Pemerintah telah menyediakan halte dan rambu-rambu lalu lintas yang menunjukkan dimana para pengguna angkutan umum dapat naik dan turun dengan tertib. Sudah saatnya para sopir angakutan umum untuk meninggalkan gaya menyetir yang gila karena ditangan merekalah keselamatan semua penumpang diamanahkan. Dan bagi mereka yang tidak menggunakan angkutan umum juga dituntut toleransinya kepada mereka yang menggunakan angkutan umum.

Toleransi antar sesama pengguna jalan akan menciptakan ketertiban berkendara di jalan raya. Namun kota ini tidak bisa begitu saja menunggu para pengguna angkutan umum dan sopir memiliki kesadaran akan pentingnya ketertiban di jalan raya. Dalam hal ini, tindakan tegas dari pemerintah provinsi dapat menjadi solusi. Pemberdayaan angkutan umum adalah mutlak dibutuhkan Jakarta karena langkah ini pada dasarnya adalah upaya untuk mengurangi kepadatan arus lalu lintas di Jakarta. Jika sopir angkutan umum tetap gila dan penumpangnya masih edan, kondisi ini semakin menguatkan alasan tiap orang untuk memilih berkendara dengan kendaraan pribadi sehingga Jakarta yang sudah sesak ini akan semakin $%**&^.

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.